Tampilkan postingan dengan label Puisiku.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku.... Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juni 2011

Perasaanku

Sesepi malam menjeritku,
Mengaduh resah dalam bisu,
Mendekap asa seujung kuku,
Kurawati luka didalam kalbu.

Kuhentak laju langkah seribu,
Meloncat berlari mengejar hadirmu.
Tinggal dilangit singgasanamu,
Terbirit-birit langkah kakiku.

Keluh ratapku memanjang,
Hilang ditelan angin menerjang.
Adalah mimpi bersanding bulan,
Anganku hinggap singgah di dahan.

--
Keep U'r smile!

Ungkapan hati

Pengakuan

....maaf!
Untuk janji yang belum bisa kutepati,
Untuk bakti yang belum bisa kuberi,
Untuk waktu yang bergulir sepi.

Hanya impian yg kutawarkan,
Karena hidup tak sesuai keinginan.
Hanya harapan yang kuberikan,
Terlalu jauh kugapai tujuan.

Maaf untuk kebahagiaan yang kutangguhkan,
Bukan diri berpangku tangan,
Segenap jiwa raga telah kuperjuangkan.

Bukan merutuki taqdir,
Bukan pula merasa hidup tidak adil.
Hanya merasa bodoh,
Terlalu bodoh...


--
Keep U'r smile!

Kamis, 23 Juni 2011

Prihatin Negeri

DUNIA HITAM


Hitam...
Simbul tua kengerian.
Dilukis malam pada kelam,
Dimakna angan ketakutan...

Panji-panji hitam kekejian,
Meremang galau raungan setan.
Gagak hitam...
Berkoak menebar kematian,
Hitam hati...
Berlari dan sembunyi.

Parut-parut luka menganga,
Parut-parut dendam berkoar murka!
Hitam jelagai mata,
Langkah membawa petaka.

Awan hitam....
Angkara hitam...
Memasung nurani,
Menikamnya mati....

Dunia hitam kancah pembantaian,
Dibakar kejam ketidakmerataan.
Safari hitam kehakiman,
Berang-berang kelaparan,
Mengoyak arti kemanusiaan.

Wajah hitam berpayung hitam,
Tampilkan duka keprihatinan.


--
Keep U'r smile!

Jumat, 17 Juni 2011

Alam bertanya

... perawanku dijamah tangan-tangan setan,
Dendamku bakar onak belukar,
Bersama setan...
Bara berpijar api menjalar.

Resahku menimang angan,
Sebalut luka mengering usang,
Sesaat gema lestari berkumandang,
Sedang belum habis terngiang,
Tangan-tangan setan mengoyak busana perawan hingga telanjang,
Aku mengerang...
Aku ludahi semua dengan banjir bandang,
Maka sekarat mereka meregang,
Sebagian lari terpincang-pincang.
Lalu....
Gema lestari kembali berlagu.

Mengapa?
Setelah hutan perawan ternoda dan terbakar semua baru sadar hukum alam
telah dilanggar..
Mengapa?
Setelah alam prawan telanjang dan banjir bandang do'a baru berkumandang...
Angkara manusia berkembang,
Ekosistem dihantam tumbang.

Selasa, 14 Juni 2011

Do'a untuk Nusantara

... apa yg harus aku lakukan?
Langit indahku compang-camping oleh polusi,
Hutan teduhku compang-camping oleh kerakusan ambisi.

...hatikupun compang-camping melihat kenistaan dimana-mana.
Pelecehan Agama....
Pelecehan wanita....
Dan pelecehan norma.

....seakan belum lengkap,
Uang negarapun habis dilahap.
Compang-camping pulalah nusantara jaya.

....kemana mengadu?
Keadilan sudah membeku.
Kemana mesti bicara?
Para penguasa tak lagi punya telinga.

....hanya lewat pena,
Aku tuangkan semua rasa.
Meski compang-camping sudah asa,
Masih melantun do'a untuk Nusantara tercinta...
Jaya... dan semakin jaya Indonesia Raya.
Kami menantikanya...

Senin, 13 Juni 2011

Puisi anak bangsa

Kawanku tertawa

... apa arti tawamu kawan?
Aku membersihkan emperan dan menggelar koran di pinggir jalan,
Memohon belas kasihan.
Tanpa alas tanpa selimut, hanya koran.....

Aku tidak bermimpi terbang ke mentari,
Bagiku cukup bisa sarapan esok pagi.

Jangan tertawa kawan,
Ini tidak lucu...
Ini adalah hidupku...
Tertawamu adalah pelecehan untukku.
Lihatlah kawan...
Bocah-bocah kecil yg maen petak umpet dengan KPK,
Mereka yang pantas ditertawakan,
Merebut uang jajan rakyat sepertiku,
Lalu pergi keluar negri.
Teman-temanya berlagak bingung,
Menyembunyikan bangkai diketiak mereka.

Mari kita tertawa kawan!
Balita di kursi dewan itu benar-benar menggemaskan.

Tertawamu akan membuat mereka bertingkah lebih gila.
Senyum menghinamu bukan apa-apa dimata mereka.

Aku bisa tersinggung kawan,
Tapi mereka tidak.
Karena aku punya harga diri kawan,
Dan mereka tidak.

Jumat, 10 Juni 2011