Dari: Agus Susilo <aldo7877@gmail.com>
Date: Jum, 24 Des 2021 15.00
Subject: SAMSUNG 14 INCH STANDBY
To: <aldo7877.black.blogger.com@gmail.com>
Biasakan cek dan ukur tegangan!
Kasus pertama mati total, cek instalasi listrik dari kabel sampai sekering ok. Dilanjutkan kemudian komponen area primer , tapi sebelumnya buang dulu sisa tegangan di Elko 400v untuk berjaga jaga agar tester aman. Dioda,Elko dan Fet aman, beberapa tr kecil juga ok.
Sampai disitu mulai analisa, kerusakan agaknya perlu pengukuran dengan tegangan. Maka saya cabut Fet 7n65 dan saya ditancapkan kabel listrik. Fokus pada output resistor 2watt 470k. Disini agak terlihat aneh karena cuma terdeteksi 2,2v. Jelas ini tidak cukup untuk supply tiga tr driver. Saya cabut R 470k nya beserta zenner pembatas voltasenya. Cek ternyata aman.
Selanjutnya saya pasang kembali R470k tapi zenner saya ganti, tegangan terukur 5v lebih dikit, saya pikir sudah cukup dan itu berarti zenner aslinya memang soak hanya tester saya tidak bisa mendeteksi. Lanjut ukur tegangan tsb sampai di kaki fet, disini terukur 3,3v, menurut saya sudah ok.
Selanjutnya cabut kabel listrik, dan buang sisa tegangan di Elko 400v baru kemudian pasang Fet.
Pyak! Alhamdulilah kasus selesai. Beberapa orang mungkin akan sibuk ganti ini dan itu, dan biasanya fet yg pertama dijadikan tersangka. Mulailah bersikap tenang, teliti, dan sabar ,jangan asal ganti tanpa pemikiran yg matang.
Kasus kedua, layar garis horizontal lalu protek.
Ingat cek dan ukur! R fuse, dioda penyearah ok, ukur tegangan ok.
Sampai disitu buat analisa! Jika IC rusak, biasanya akan terdeteksi dari tegangan yg menyimpang. Karena ini ok maka 80% IC VERTIKAL bagus. Coba saya periksa solderan IC, terlihat agak meragukan, lalu saya sedot timahnya dan solder ulang dengan hati2. Kenapa harus berhati2? Karena takut masih ada sisa tegangan di Elko supply vertikal, bisa saja sisa tegangan tsb mengenai kaki vertikal yg tidak seharusnya hingga mengakibatkan IC rusak. Lebih aman jika membuang dulu sisa tegangan di Elko vcc.
Saatnya tes! Pyak!
Layar sudah sempurna.
Ada sebagian mungkin yg langsung mengganti ic vertikal, dalam kasus ini mungkin berhasil tapi pasti akan berfikir ic vertikal benar2 mati, padahal tidak,Jika terbiasa cek dan ukur hal itu bisa dihindari.
Salam .... salut to Pak Sumarsono dan Pak Aisy romadhona, juga Ndori servis, GBR elektronik. Tanpa sepengetahuan anda, saya sudah lama belajar dari artikel yg anda buat. Terima kasih atas kemuliaan hati penjenjangan.
Nb saya tidak menyebutkan nomor seri ataupun jenis Ic karena menurut saya dalam kasus diatas hal itu tidak diperlukan.
Ini bukan kasus pertama, udah lebih dari lima kali saya menemukan kasus serupa . Akira 8853 , LA78041 yg kurang lebar atas bawah . Biasanya saya masuk servis mode dan rubah V Size . Jika tidak berhasil saya kurangi R 1,2ohm menjadi 0,5 ohm . Lalu masuk sermod lagi untuk menyempurnakan gambar . ..,..
Tapi ternyata trik tsb hanya bersifat sementara, itu karena kerusakan tv tsb tidak di temukan dan hanya di manipulasi gambarnya saja. Setelah sekian bulan bahkan ada yg sampe 1thn. Gejala kerusakan kembali muncul. Vertikal kembali kurang.
Untuk melakukan lagi trik diatas sudah tidak mungkin. Bisa dilebarkan tapi tidak sempurna.
Saya mulai cek tegangan, semua normal, resistor dan elko area vertikal sudah cek dan tidak ada masalah. Bingung kehabisan ide, terpaksa pending.
Ini hari kedua , saya share kerusakan tsb di group FB "servis tv segala merek" beberapa saran rekan-rekan fb sudah saya terapkan dan terahir om Kakaroto Saiya dengan optimisme tinggi menyarankan Cek elko pin 15 ic croma. Saya lihat memang kusam dan setelah saya ganti ternyata benar itu biang keladinya! Elko 0,47uf 50v .
Special thanks to KAKAROTO SAIYA!
Selanjutnya mengutip kata-kata kang Aisy Romadlona "keluhan boleh sama ,penyelesaian bisa berbeda'."
Salam suxes tuser indonesia.!
Semula saya menganggap Gacun sebagai terobosan hebat. Tapi itu segera berubah menyusul kejadian berikut ini ;
1/ Politron MX (HBT mati).
Gacun dipasang dua kable, merah dan hitam. Kopler dan TL431 tidak dilepas. Akibatnya Tegangan „B+ sebagian mengalir kedaerah stanby . Tak pelak lagi beberapa resistor trbakar dan elko bunting dimana2, zener 5v putus tegangan tidak terkontrol masuk ke HBT. HBT pun tewas ....
saya bertanya pada pemilik tv, "ini tv tadinya russak gimana B?"
"Gak bisa nyala mas , lampu merahnya kedip2, trus saya servisin di xxxx dapet satu jam mati lagi, ehh.. . .. dia bilang mesinnya dah gk bisa dbenerin ! Mesti ganti mesin katanya." Jelas si Ibu panjang lebar.
Masalah itupun selesai setelah susah payah.
2/ Politron 123 (gambar bergoyang jika volume agak besar)
Akibat tegangn kurang mumpuni. Selesai setelah mengembalikan regulator asli.
3/ LG slim
Resistor ,vertikal, zener. Ketiganya jadi korban gacun, tidak separah kssus pertama, tapi cukup merrptkan krn Str tidak ada jejaknya.
.
4/ Sharp wonder
Resistor dan zener primer jadi mangsa gacun yg sslah pasang.
5/ Sharp av multi sistem
Satu jam mati hidup mati hidup.
Terpaksa cabut gacun dan kembalikan str.
6/ Tv china gambar mlebar,
B+ 140v ditrim gak bisa, kembAlikan asli dan yg punya kasi bonus rokok
7/ Cristal
Tidak bisa stanby setelah di gacun. selesai dengan membuat tr stanby akternatif
Masi byj lagi kasus gacun yg kAmi tangani, tapi sepertinya cukup ini aja.
.
Kasus EW! Banyak yg mengeluhkan kasus ini, dan kali ini kami menghadapi dengan sedikit sekali persiapan. Maklum servis panggilam, dan keluhan konsumen bukan tentang cacat gmbar,melainkan tidak dapat siaran.
Tv bekas tuser lain, yg tadinya tidak dapat siaran kini terkapar takbernyawa.
TR horizontal wafat! Setelah memastikan tidak ada shot dijalur Tr tersebut, segera kami ganti dengan pemaen cadangan yg murahan. Why???? Yah.. untuk menghindari kerugian, karena blm sepenuhnya yakin tidak ada kendala. (Takutnya dpasang ori langsung tewas).
Tv ternyata langsung nyala. Tpiiii ....
.! Gambar lebar dan asssssoooooiiiiii ! Bodi layar jadi kyk gitar spanyol .
Pengalaman memang cukup banyak dalam hal ini, tapi kami mencoba berkonsentrasi penuh. Mengingat daerah operasi bertegangan tinggi dan salah sedikit bisa fatal.
Cek tegangan (dgm tester analog posisi 50v) di kaki Fet Ew out (yg menuju L). Hasilnya 9v???
Wadoh! Harusnya sekitar 20v! Lepas kaki Fet! Dan ternyata tegangAn keluar 30v.
Sampai disitu kami buat kesimpulan. Kerusakan bukan didaerah horizontal melainkan pada rangkaian pengatur EW.
Setelh cek Fet masi ok, kami pasang kmbali kaki2nya. Penelusuran berlanjut ke input Fet. Yg diSitu ada sepasang TR. Harap diperhatikan! Samsung kerap memakai TR yg jarang digunakan di mesin tv lain. Jenis TR ini sekilas terlihat c1815 tapi sebenarnya c815. Apabedanya? C815 ini basisnya di tengah.
Ternyataaaaaa ...... cuma solderanya yg retak ..
Setelah solder ulang layarpun luruss.
Kenapa Tuser pertama gagal?
Karena salah prediksi. Dilihat dari bekas solderan , sepertinya dia terkonsentrasi di area horizontal.
Wellll done!
Good job litle baster ......
Menimbun materi diotak terkadang hanya menghabiskan memori kita, dataset berbagai IC hanya menjadi onggokan huruf yg nyaris tidak berguna.
Pada dasarnya smua Tuser tahu kalau apapun jenis barang elecktronic semua hanya mengontrol arus listrik. Merubahnya menjadi gambar, suara, signal, ato panas.
Tentu semua itu tidak akan kita bahas disini ! ( tidak sesuai tema)
Baik! Sekarang kita mulai!
Tv stanby ( bukan protek)
Langkah pertama setelah periksa visual adalah penyolderan ulang. Kalo dalam periksa visual kedapatan komponen rusak sekalian ganti.
Lalu lanjutkan dengan memutus jalur B+
Setelah itu cek Tegangan!
Disini cukuplah kita tahu Tegangan normal tv saat stanby, sebap banyak tv yg teganganya baru akan penuh setelah tv star.
Kita ambil contoh yg mudah, tv china.
Tegangan normal 115v 24v, 16v, dan 14v dari trafo regulator. Dalam kasus ini kita bilang saja semua bagus.
Setelah itu kita akan mencari jawaban kenapa semua tegangan normal tapi Tv standby?
Kali ini yg wajib kita tahu adalah dimana titik yg harus ada Tegangan meski kondisi stanby.
Saya mengambil titik di kaki IC memori, untuk tv china 5v dan sebagian tv bermerk 3,3v
Hasil tes! Jika tidak ada Tegangan, telusuri jalurnya. Pasti ada yg soak, bisa zener, resistor, tr, atau memori sendiri.
Jika tidak ada kerusakan lain, begitu tegangan ke memori ok! Tv akan langsung bisa On.
Hasil tes! Jika ada teganga normal (5v) pastikan sampai di IC progrm.
Setelah itu cari Tr Tegangan 5v suply croma dan tuner. Biasanya berdampingan dgn Tr Tegangan 8v siply croma dan RGB.
Hasil tes! Jika tidak ada. Tekan tombol power di remot. Jika kedua tegangan tsb keluar, maka bisa jadi tv sudah bisa star, tapi jika blm star! Setidaknya kita yakin memori dan program sudah kerja. Artinya area pelacakan sudah berkurang...
Hasil tes! Jika tidak ada Tegangan meski sudah di power, periksa tegangan Colektor kedua Tr. Jika ada Tegangan! Lanjud ke kaki Basis.
Colektor tr 5v ngambil dari output 8v. Jadi kalau 8v tidak keluar, sudah pasti 5v tidak keluar.
Kaki Basis Tr 8v dikontrol oleh sebuah Tr (c1815) . Tr ini berfungsi sebagai saklar, basisnya mendapat umpan dari Ic program.
Disinilah yg dbutuhkan kejelian tinggi.
Pertama lepas kaki basis tr ini! Hal ini seperti membuang saklar dan menyambungnya langsung supaya Tegangan 8v dan 5v croma bisa keluar.
Kalau tidak ada kerusakan area horizontal dan vertikal , tv akan langsung on. Meski blm tentu ada gambar, kadang cuma bleng putih kekuningan.
Selanjudnya jika bleng seperti itu tekan tombol power remot, jika raster berubah terang dan berbintik kemungkinan data memori tidak cocok.
Masuk sermod! China 8873 bb1, Akira 8893,8853, rubah OPT ke parameter diatas 80. Lalu keluar sermod.
Coba tekan power remot! Cek tegangan di jalur basis c1815 yg tadi dibuka. Jika ada tegangan -+ 4v disertai layar yg bleng putih kekuningan itu pertanda bagus, dan tekan lagi power ! Jika tegangan yg tadi menjadi kosong disertai raster terang berbintik, maka itu juga bagus . Dan setelah memastikan c1815 bagus, maka kaki basisnya siap dipasang kembali.
Dan insya Allah sudah normAl alias tidak lagi stanby.
Trik ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi kegagalan saat pergantian memori.
Skian dulu, mudah2an bemanfaat.